<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>witha</title>
	<atom:link href="http://fitrianawitha.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fitrianawitha.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 22 Mar 2008 02:05:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='fitrianawitha.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/8d5ce85bd13e027c1304320540307d92?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>witha</title>
		<link>http://fitrianawitha.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Pepatah &#8230;&#8230;.</title>
		<link>http://fitrianawitha.wordpress.com/2008/03/22/pepatah/</link>
		<comments>http://fitrianawitha.wordpress.com/2008/03/22/pepatah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Mar 2008 02:05:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fitrianaparaswita</dc:creator>
				<category><![CDATA[tugas 1 b]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fitrianawitha.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Berhentilah Jadi Gelas 
Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya
belakangan  ini selalu tampak murung.“Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di
dunia  ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? ” sang Guru bertanya.“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya  untuk
tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, ” [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitrianawitha.wordpress.com&blog=3196911&post=4&subd=fitrianawitha&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2><b>Berhentilah Jadi Gelas </b></h2>
<div class="entry">Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya<br />
belakangan  ini selalu tampak murung.“Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di<br />
dunia  ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? ” sang Guru bertanya.“Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya  untuk<br />
tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, ” jawab  sang<br />
murid muda.Sang Guru terkekeh. “Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.<br />
Bawalah  kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.”<br />
Si murid pun beranjak pelan  tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan<br />
gurunya itu, lalu kembali lagi  membawa gelas dan garam sebagaimana<br />
yang diminta.</p>
<p>“Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,” kata<br />
Sang  Guru. “Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.”<br />
Si murid pun melakukannya.  Wajahnya kini meringis karena meminum air<br />
asin.</p>
<p>“Bagaimana rasanya?” tanya Sang Guru.</p>
<p>“Asin, dan perutku jadi mual,” jawab si murid dengan wajah yang  masih<br />
meringis.</p>
<p>Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang  meringis<br />
keasinan.</p>
<p>“Sekarang kau ikut aku.” Sang Guru membawa muridnya ke danau di  dekat<br />
tempat mereka. “Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.”<br />
Si  murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa<br />
bicara. Rasa  asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa<br />
asin dari mulutnya,  tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah<br />
di hadapan mursyid, begitu  pikirnya.</p>
<p>“Sekarang, coba kau minum air danau itu,” kata Sang Guru sambil<br />
mencari  batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir<br />
danau.</p>
<p>Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan<br />
membawanya  ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin<br />
dan segar mengalir  di tenggorokannya, Sang Guru bertanya<br />
kepadanya, “Bagaimana rasanya?”</p>
<p>“Segar, segar sekali,” kata si murid sambil mengelap bibirnya  dengan<br />
punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran  sumber<br />
air di atas sana. Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di  bawah.<br />
Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin  yang<br />
tersisa di mulutnya.</p>
<p>“Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi?”</p>
<p>“Tidak sama sekali,” kata si murid sambil mengambil air dan<br />
meminumnya  lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya,<br />
membiarkan muridnya itu  meminum air danau sampai puas.</p>
<p>“Nak,” kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. “Segala  masalah<br />
dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak  lebih.<br />
Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang  harus<br />
kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Allah,  sesuai<br />
untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak  berkurang<br />
dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini  pun<br />
demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi,  yang<br />
bebas dari penderitaan dan masalah.”</p>
<p>Si murid terdiam, mendengarkan.<br />
“Tapi Nak, rasa `asin’ dari penderitaan yang dialami itu sangat<br />
tergantung  dari besarnya ‘qalbu’(hati) yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa  menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan qalbu dalam dadamu itu jadi sebesar  danau.” (From : Suluk &#8211; Blogsome)</p></div>
<hr /><b><br />
</b></p>
<h2><b>Bangkitlah  Kawan, Engkaulah Harapan Masa Depan!!!</b></h2>
<p><span style="font-style:italic;">Seruan ini ditujukan bagi jiwa-jiwa yang  kehilangan jiwa</span><span style="font-style:italic;"><br />
Seruan ini ditujukan  bagi ruh-ruh yang kehilangan ruh</span><span style="font-style:italic;"><br />
Seruan ini ditujukan bagi diri-diri yang  kehilangan hakikat diri</span><span style="font-style:italic;"><br />
Bangkitlah,  Bangkitlah, Bangkitlah</span><span style="font-style:italic;"><br />
Di hadapanmu  telah terbentang medan perjuangan</span><span style="font-style:italic;"><br />
Bersegeralah untuk berangkat menuju keridhoan  Illahi</span></p>
<p>Semangat, satu kata yang sering hilang dengan sendirinya dari kamus hidup  kita. Kalaupun tidak hilang minimal cahayanya meredup. Kisah meredupnya cahaya  semangat ini tidak hanya dialami dirimu kawan, tetapi juga saya, dia, mereka dan  kita semua alami. Karena memang lumrah adanya apabila manusia dapat  merasakannya.</p>
<p>Dalam hadits Rasulullah bersabda “Al imanu yazid wa yankus”. Iman itu naik  dan turun. Layaknya keimanan manusia yang naik dan turun, pada semangat pun  dapat terjadi hal tersebut. Memang, semangat dan keimanan memiliki suatu  hubungan yang dekat. Seseorang yang sedang turun keimanannya pasti akan turun  pula semangatnya untuk beribadah, belajar, ataupun segala macam perbuatan yang  baik dan bermanfaat. Begitu pula sebaliknya.</p>
<p>Pertanyaannya sekarang adalah, apakah kita menginginkan diri kita mengalami  krisis semangat yang berdampak pula pada krisis keimanan?? Saya bisa memprediksi  bahwa jawabannya tidak ingin hal seperti itu sampai terjadi. Kalaupun ada orang  yang menginginkan dirinya terus tidak semangat, orang itu diduga memiliki  gangguan. Gangguan apa?? Yang jelas dia menderita gangguan semangat.</p>
<p>Hal pertama yang harus dilakukan oleh penderita krisis semangat adalah  menyadari ada yang salah dalam dirinya. Dengan adanya kesadaran dari dalam hati,  Insya Allah jalan menuju kebaikan akan terbentang luas. Berbeda keadaannya  dengan yang tidak sadar, jelas dia tidak akan menerima apabila ada orang lain  yang menyampaikan kebenaran.</p>
<p>Dalam kaitannya dengan kondisi kita sebagai mahasiswa, kesadaran yang harus  kita bangun adalah kesadaran bahwa masa perkuliahan telah mulai kembali. Baik  mahasiswa lama maupun mahasiswa baru pastinya tidak menginginkan ketika kuliah  nanti terganggu dengan hilangnya semangat untuk belajar.</p>
<p>Setelah tumbuh benih kesadaran dalam diri kita, yang harus kita lakukan  adalah pengobatan jiwa kita. Proses ini dapat kita lakukan sendiri. Tiap-tiap  jiwa manusia membutuhkan makanan lahiriah dan makanan batiniah. Seringkali  manusia melupakan hal tersebut dan hanya mementingkan makanan lahiriah saja.  Akibatnya, jiwa kita mengalami dahaga akan kesegaran batiniah.</p>
<p>Semangat dan keimanan adalah zat-zat yang harus dikonsumsi oleh manusia untuk  mencukupi takaran kebutuhan akan makanan batiniah. Karena seperti yang telah  saya terangkan di atas bahwa dua zat di atas sering mengalami penurunan kadar.  Proses pengobatan jiwa pun menggunakan metode-metode yang dapat meningkatkan  kadar semangat dan keimanan dalam diri kita.</p>
<p>Berbagai macam ibadah kepada Allah dapat menjadi obat bagi krisis semangat  dan keimanan. Beberapa waktu lalu sering kita dengar alunan lagu “Tombo Ati”  atau obat hati yang dibawakan oleh Opick. Obat itu terdiri dari lima perkara  yaitu membaca Al-Qur’an dan maknanya, mendirikan shalat malam, berkumpul dengan  orang sholeh dalam majelis ilmu, Perbanyak shaum(puasa) sunnah, dan berzikir  pada setiap waktu. Insya Allah dengan mempraktekkan kelima perkara tersebut  dengan Ikhlas, krisis semangat dan keimanan pun akan hilang dari diri kita.</p>
<p>Intinya adalah kita harus mendekatkan diri dengan yang Pencipta kita, Allah  Azza Wa Jalla. Seorang muslim hendaknya menjadikan Allah sebagai sumber semangat  dirinya. Semakin kita dekat dengan Allah, Niscaya semangat hidup kita akan  bertambah. Jadi, tunggu apa lagi untuk bisa bermesraan dengan Kekasih Yang  Terkasih, Allah Robbul Izzati.</p>
<p>Semoga dengan kita menyadari kondisi kita sebagai manusia yang ada kalanya  semangat dan keimanannya turun, Allah akan menerangi hati-hati kita dengan  pelita kebenaran. Kesadaran pribadi tersebut selanjutnya diaplikasikan dengan  tertanamnya azzam(tekad) dalam hati kita untuk memperbaiki diri kita. Tekad yang  kuat tersebut terealisasikan dengan program perbaikan yang dapat mengobati  kondisi jiwa yang haus akan keimanan kepada Allah.</p>
<p>Formula meningkatkan semangat dan keimanan :<br />
Sadar -&gt; Niat dan Tekad  -&gt; Ikhtiar dan Doa</p>
<p>Ya Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati, condongkanlah hatiku pada dienMu  dan pada Ketaatan kepadaMu</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fitrianawitha.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fitrianawitha.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fitrianawitha.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fitrianawitha.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fitrianawitha.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fitrianawitha.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fitrianawitha.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fitrianawitha.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fitrianawitha.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fitrianawitha.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fitrianawitha.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fitrianawitha.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitrianawitha.wordpress.com&blog=3196911&post=4&subd=fitrianawitha&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fitrianawitha.wordpress.com/2008/03/22/pepatah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/152d39e91b1cca6b364771e8b9b64fd4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fitrianaparaswita</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Alam..!</title>
		<link>http://fitrianawitha.wordpress.com/2008/03/22/arsitek-arsitek-mungil-di-alam/</link>
		<comments>http://fitrianawitha.wordpress.com/2008/03/22/arsitek-arsitek-mungil-di-alam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Mar 2008 01:27:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fitrianaparaswita</dc:creator>
				<category><![CDATA[tugas 1 a]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fitrianawitha.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[
ARSITEK MUNGIL DI DUNIA

Binatang-binatang di alam sungguh menarik                                perhatian kita, terutama struktur tubuh mereka.           [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitrianawitha.wordpress.com&blog=3196911&post=3&subd=fitrianawitha&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="left"><b><br />
<h2>ARSITEK MUNGIL DI DUNIA</b></p>
</h2>
<p align="left">Binatang-binatang di alam sungguh menarik                                perhatian kita, terutama struktur tubuh mereka.                                Misalnya, citah memiliki sistem rangka dan sistem                                otot yang sempurna untuk berlari; elang memiliki                                desain aerodinamis paling unggul di dunia; dan                                lumba-lumba memiliki kulit serta tubuh yang                                diciptakan secara khusus, sehingga dapat berenang                                dan menyelam di air dengan sempurna. Gambaran                                tubuh binatang yang sempurna tanpa cacat ini                                adalah bukti untuk mengingatkan kita, bahwa tiap                                jenis makhluk hidup diciptakan oleh Allah.</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Tapi, memiliki tubuh yang sempurna belumlah                                cukup. Sebab pada saat yang sama, binatang harus                                mengetahui bagaimana meng-gunakan bagian-bagian                                tubuhnya tersebut. Misalnya, sayap seekor burung                                hanya bermanfaat jika burung berhasil terbang,                                meluncur dan mendarat dengan sayapnya.</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Berbagai satwa memperlihatkan keahlian mereka                                sejak saat mereka dilahirkan. Sebagai contoh,                                hanya perlu waktu setengah jam saja bagi bayi rusa                                yang baru lahir untuk berdiri dan berlari; bayi                                kura-kura yang sebelum menetas ditimbun dalam                                pasir oleh induk betinanya tahu, bahwa mereka                                harus memecah cangkang telur mereka dan bergerak                                ke permukaan pasir. Bahkan, mereka telah diajari                                bahwa segera setelah muncul di permukaan pasir,                                mereka harus mencapai lautan. Seolah-olah, semua                                binatang muncul di dunia ini dalam keadaan telah                                terlatih dengan baik.</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Contoh paling menakjubkan dari ketrampilan                                mengagumkan yang dimiliki binatang adalah rumah                                yang mereka bangun sendiri dengan sangat ahli.                                Ketika kita memperhatikan arsitek-arsitek lain di                                alam, kita dapat dengan jelas melihat bahwa                                tiap-tiap mereka adalah keajaiban penciptaan.                                Marilah kita pelajari sebagian kecil saja dari                                ribuan contoh yang ada.</p>
<div align="left"></div>
<p class="baslik2" align="left">Si Buta Pembuat &#8216;Gedung Pencakar                                Langit&#8217;</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Rayap adalah serangga kecil yang menyerupai                                semut. Mereka hidup berkoloni dan membangun sarang                                raksasa untuk diri mereka sendiri. Satuan terkecil                                pembangun sarang tersebut adalah bata-bata mungil                                yang terbuat dari tanah, yang dibuat rayap-rayap                                pekerja dengan mencampurkan air liur mereka                                sebagai bahan perekat. Ukuran sarang rayap kadang                                dapat mencapai tiga sampai empat meter. Arsitektur                                sarang yang menyerupai bangunan pencakar langit                                raksasa bila dibandingkan dengan ukuran tubuh                                rayap itu sendiri, sungguh sangat menakjubkan.</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Bagian dalam sarang rayap                                dipenuhi dengan lorong-lorong sempit. Di bagian                                dalam lorong-lorong tersebut, terdapat sekitar                                satu setengah juta rayap yang bekerja bersama                                dengan keharmonisan yang luar biasa.</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Ketika kita mengamati penampang melintang                                sebuah sarang rayap, kita akan menemukan sebuah                                bilik khusus untuk ratu, sejumlah areal pertanian,                                gudang-gudang penyimpan dan lorong-lorong pengatur                                kondisi udara.</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Rayap melakukan pekerjaan pembangunan dan                                perbaikan sarang. Selain itu, mereka juga                                senantiasa siap menghadapi musuh yang mungkin                                datang, serta bercocok tanam dalam sarang mereka                                dengan menanam jamur.</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Kelangsungan hidup populasi besar seperti ini                                tergantung pada kondisi terpenting, yaitu                                kestabilan suhu dalam sarang dan keseim-bangan                                kadar air. Pemecahan masalah ini benar-benar                                sempurna. Papan-papan paralel dibuat di areal atap                                sarang rayap ini. Papan-papan yang terbuat dari                                lumpur tersebut mampu menyerap kandungan air yang                                dikeluarkan oleh tubuh rayap. Air ini menguap                                akibat panas di bagian dalam dan keluar menuju                                bagian atas melalui celah-celah pengatur kondisi                                udara pada sarang tersebut. Penguapan ini                                menurun-kan suhu dalam sarang dan juga menjamin                                kesinambungan sirkulasi udara. Panel-panel dalam                                sarang rayap melakukan fungsinya sebagai pengatur                                kondisi udara secara sempurna tanpa cacat.</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Terdapat contoh memukau lainnya tentang                                pengetahuan konstruksi rayap. Spesies rayap lain,                                yang hidup di dataran Australia Utara, membuat                                sarang dengan bentuk menyerupai pisau belati,                                yakni sangat lebar dengan bagian tepi yang sangat                                tipis. Rahasia sarang ini terletak pada posisi                                sudutnya terhadap matahari. Rayap membangun                                sarangnya dengan sudut tertentu sehingga pada                                siang hari, ketika matahari berada di puncak                                ketinggi-an, sangat sedikit permukaan sarang yang                                terkena sinar matahari. Dengan demikian, panas                                yang diterima menjadi minimum. Sudut yang sama                                dipakai pada setiap sarang rayap jenis ini tanpa                                kesalahan.</p>
<div align="left"></div>
<p align="left"> Tapi, yang sesungguhnya                                paling menakjubkan adalah rayap yang mengerjakan                                semua bangunan megah ini ternyata buta. Jadi,                                bagaimana makhluk teramat kecil yang tak mampu                                melihat barang sesentimeter pun di depannya, mampu                                membangun menara raksasa berdasarkan perhitungan                                teknik yang rumit? Bagaimana satu setengah juta                                rayap dalam satu sarang mampu melakukan kerjasama                                sempurna seperti ini?</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Ahli biologi David Attenborough, seorang                                naturalis terkenal berkebangsaan Inggris,                                berkomentar tentang pertanyaan ini pada salah satu                                dokumentasinya:</p>
<div align="left">
<blockquote>
<p class="hyg">masing-masing (rayap) pekerja                                  meletakkan adonan lumpur pada suatu tempat                                  tertentu sebagaimana diinginkan oleh sebuah                                  <b>Rancangan Induk</b>. Bagaimana mereka mampu                                  mengerjakan hal tersebut, kita masih belum                                  mengetahuinya.</p>
</blockquote>
</div>
<p align="left">Rancangan luar biasa yang tidak dapat                                dimengerti manusia, namun dipatuhi rayap tanpa                                sanggahan tersebut, adalah ilham yang diberikan                                Allah kepada makhluk ini.</p>
<div align="left"></div>
<p class="baslik2" align="left">Apartemen Bertingkat dari                                Kertas</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Makhluk hidup lain yang mengingatkan kita pada                                lebah madu dengan kemampuan arsitektu-ralnya                                adalah lebah liar pembuat kertas. Spesies lebah                                ini mengunyah kayu dan menggu-nakannya untuk                                membuat selulosa, yakni kertas, di dalam mulutnya.                                Lalu ia menggunakan kertas ini untuk membangun                                sendiri sarangnya yang melingkar.</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Ia membuat kantung-kantung heksagonal-persis                                seperti pada lebah madu-dari kertas yang ia                                rekatkan pada bagian dalam atap rumah. Ia                                menempatkan satu telur pada masing-masing heksagon                                pada atap rumah. Sekitar tiga minggu kemudian,                                larva menetas dari telur-telur tersebut. Larva ini                                menunjukkan kecerdasan yang mengejutkan dengan                                menutup lubang kantung yang sengaja dibiarkan                                terbuka oleh induknya. Dengan cara demikian,                                mereka menghindarkan diri jatuh ke lantai karena                                beban tubuh mereka. Setelah tumbuh beberapa                                minggu, mereka muncul dari dalam kantung sebagai                                lebah liar dewasa.</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Lebah liar muda ini tidak menyia-nyiakan waktu                                dalam menjalani kehidupan. Setiap kewajiban yang                                harus mereka kerjakan telah <b>diilhamkan</b>                                dalam diri mereka oleh Pencipta mereka, yakni                                Allah.</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Lebah muda tersebut memperbesar bangunan yang                                telah dimulai oleh induk-nya. Pada akhirnya,                                koloni yang lebih besar muncul. Sarang lebah                                tersebut kini telah menjadi sebuah blok apartemen                                bertingkat. Setiap lebah liar yang lahir di sini                                akan patuh secara penuh pada ilham yang diberikan                                kepadanya.</p>
<div align="left"></div>
<p class="baslik2" align="left">Rumah dari Lumpur</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Pot kecil, yang mungkin pernah Anda jumpai                                dalam hidup anda, telah dibuat oleh spesies lebah                                liar lainnya. Lebah liar ini membuat lumpur                                lengket dengan mencam-purkan air liurnya dengan                                tanah lembab. Ia membuat pot-pot yang sangat                                seragam dengan menggunakan lumpur yang dibuatnya.                                Ia membuat bentuk pada lumpur tersebut dengan                                memutarnya secara terus-menerus. Ini adalah teknik                                yang sama sebagaimana yang digunakan manusia dalam                                pembuatan pot. Ketika pot selesai dibuat, ia tidak                                lupa untuk memberi leher dan lubang potnya. Ketika                                segala sesuatunya telah selesai, lebah tersebut                                memutar pantatnya ke arah mulut pot dan meletakkan                                telur di dalamnya. Setelah menambahkan sejumlah                                bahan makanan ke dalam pot, ia menutup rapat                                lubang mulut pada pot dan terbang pergi.                                Larva-larva yang menetas dari telur tersebut                                akhirnya akan memecah pot dan keluar untuk memulai                                hidup mereka secara mandiri.</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Lebah-lebah muda yang lahir, mulai membangun                                pot-pot sempurna, persis seperti yang dilakukan                                oleh induknya, tanpa menjalani pendidikan dan                                pelatihan terlebih dahulu. Ketrampilan sempurna                                yang mereka miliki diilhamkan dalam diri mereka                                oleh Allah, yang telah menciptakan mereka.</p>
<div align="left"></div>
<p align="left">Oleh karena itu, yang seharusnya kita takjubi                                dan puji ketika menyaksikan segala bentuk                                keindahan, estetika dan kemegahan adalah kebesaran                                Allah, yang menciptakan dan mengilhami semua                                konsep ini sebagaimana yang Dia kehendaki pada                                diri makhluk hidup ciptaan-Nya.?</p>
<hr /><b><br />
</b></p>
<h2><b>Jauh Lebih Hebat dari Tangan Robot</b></h2>
<p class="hyg">Tangan kita, yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti  mengaduk secangkir teh, membuka halaman surat kabar, atau menulis, telah  dirancang sedemikian sempurna.</p>
<p class="hyg">Ciri terpenting tangan adalah kemamuannya bekerja sebaik-baiknya  dalam beragam kegiatan. Dengan dilengkapi otot dan saraf yang sangat banyak,  lengan membantu tangan kita memegang benda dengan erat atau longgar sesuai  dengan keadaannya. Misalnya, tangan manusia yang terkepal dapat memukul dengan  pukulan seberat 45 kg. Sebaliknya, melalui ibu jari dan jari telunjuk, tangan  kita juga dapat merasakan sehelai kertas berketebalan sepersepuluh  milimeter.</p>
<p class="hyg">Jelas, kedua tindakan ini sangat berbeda sifatnya. Yang satu  memerlukan kepekaan, sedang yang lain memerlukan kekuatan besar. Namun, kita tak  perlu sedetik pun memikirkan apa yang perlu kita lakukan saat kita akan  mengambil sehelai kertas dengan kedua jari atau memukul dengan kepalan. Kita pun  tak perlu memikirkan cara menyesuaikan kekuatan tangan kita bagi kedua tindakan  ini. Kita tak pernah berkata, &#8220;Sekarang saya hendak memungut sehelai kertas.  Saya akan menerapkan kekuatan sebesar 500 g. Sekarang saya akan mengangkat  seember air. Saya akan menerapkan kekuatan sebesar 40 kg.&#8221; Kita tidak pernah  repot-repot memikirkannya.</p>
<p class="hyg">
<table align="right" border="0" cellpadding="4" cellspacing="4" width="181">
<tr>
<td><img src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/tangan2_.jpg" height="172" width="173" /></td>
</tr>
<tr>
<td>
<div align="center"><span class="boxtext">Tangan-tangan robot yang dihasilkan  memiliki kekuatan yang sama dengan tangan manusia, tetapi tidak memiliki  kepekaan sentuhan, kesempurnaan daya gerak, dan kemampuan melakukan beragam  pekerjaan.</span></div>
</td>
</tr>
</table>
<p>Alasannya adalah tangan manusia  dirancang untuk melakukan semua tindakan ini secara bersamaan. Tangan diciptakan  sekaligus dengan keseluruhan fungsi dan keseluruhan rancangan terkaitnya.</p>
<p class="hyg">Semua jari tangan memiliki panjang, letak, dan kesesuaian yang pas  satu sama lain. Contohnya, kekuatan kepalan yang dibentuk tangan dengan ibu jari  normal itu lebih besar daripada kekuatan kepalan yang dibentuk tangan dengan ibu  jari pendek. Ini karena, dengan panjang yang sesuai, ibu jari dapat menutupi  jari-jari lainnya dan membantu menambah kekuatan dengan mendukung jari-jari yang  lain.</p>
<p class="hyg">Ada banyak seluk-beluk terperinci pada rancangan tangan: misalnya,  tangan memiliki bagian-bagian pembentuk yang lebih kecil di samping otot dan  saraf. Kuku pada ujung jari bukanlah hiasan sepele yang tidak memiliki kegunaan.  Ketika memungut jarum dari lantai, kita menggunakan kuku maupun jari. Permukaan  kasar pada ujung jari dan kuku membantu kita memungut benda kecil. Kuku memiliki  peranan sangat penting dalam mengatur tekanan amat lemah yang dikerahkan jari  pada benda yang dipegangnya. Keistimewaan khusus tangan lainnya adalah tangan  tidak pernah kelelahan.</p>
<p class="hyg">
<table align="left" border="0" cellpadding="4" cellspacing="4" width="216">
<tr>
<td><img src="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/tangan3_.jpg" height="180" width="208" /></td>
</tr>
<tr>
<td>
<div align="center"><span class="boxtext">Insinyur Hans J. Schneebeli yang merancang  tangan robot, yang dikenal sebagai &#8220;Tangan Karlsruhe&#8221;, menyatakan bahwa semakin  lama dia membuat tangan robot, semakin dia mengagumi tangan manusia. Dia  menambahkan bahwa masih perlu waktu lama sampai kita dapat membuat tangan robot  yang mampu melakukan sejumlah kecil saja pekerjaan yang dapat dilakukan tangan  manusia..</span></div>
</td>
</tr>
</table>
<p>Dunia kedokteran dan ilmu  pengetahuan bersusah-payah berusaha membuat tangan tiruan. Sejauh ini,  tangan-tangan robot yang dihasilkan memiliki kekuatan yang sama dengan tangan  manusia, tetapi tidak memiliki kepekaan sentuhan, kesempurnaan daya gerak, dan  kemampuan melakukan beragam pekerjaan.</p>
<p class="hyg">Banyak pakar setuju kita tidak bisa membuat tangan robot yang  memiliki fungsi tangan lengkap. Insinyur Hans J. Schneebeli yang merancang  tangan robot, yang dikenal sebagai &#8220;Tangan Karlsruhe&#8221;, menyatakan bahwa semakin  lama dia membuat tangan robot, semakin dia mengagumi tangan manusia. Dia  menambahkan bahwa masih perlu waktu lama sampai kita dapat membuat tangan robot  yang mampu melakukan sejumlah kecil saja pekerjaan yang dapat dilakukan tangan  manusia.</p>
<p class="hyg">Biasanya, tangan manusia bekerja bersama-sama dengan mata. Sinyal  yang sampai ke mata diteruskan ke otak dan tangan bergerak menurut perintah yang  diberikan otak. Tentu saja, ini berlangsung dalam waktu sangat singkat dan tidak  diperlukan usaha khusus untuk melakukannya. Di lain pihak, tangan robot tidak  dapat bergantung pada penglihatan dan sentuhan. Untuk setiap gerakan diperlukan  perintah yang berbeda-beda. Selain itu, tangan robot tidak mampu melakukan  bermacam fungsi. Contohnya, tangan robot untuk bermain piano tidak dapat  memegang palu, dan tangan robot untuk memegang palu tidak dapat memegang telur  tanpa memecahkannya. Beberapa tangan robot yang terakhir dibuat hanya mampu  melakukan 2-3 gerakan bersamaan, tetapi ini masih sangat sederhana jika  dibandingkan dengan kemampuan tangan manusia. Ketika Anda memikirkan kedua  tangan yang bekerjasama secara selaras, kesempurnaan tangan ini akan lebih  gamblang lagi.</p>
<p class="hyg">Allah merancang tangan sebagai alat tubuh khusus bagi manusia.  Dengan segala bagiannya, tangan manusia memperlihatkan kesempurnaan dan keunikan  mahakarya ciptaan Allah.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/fitrianawitha.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/fitrianawitha.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fitrianawitha.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fitrianawitha.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fitrianawitha.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fitrianawitha.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fitrianawitha.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fitrianawitha.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fitrianawitha.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fitrianawitha.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fitrianawitha.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fitrianawitha.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fitrianawitha.wordpress.com&blog=3196911&post=3&subd=fitrianawitha&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fitrianawitha.wordpress.com/2008/03/22/arsitek-arsitek-mungil-di-alam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/152d39e91b1cca6b364771e8b9b64fd4?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">fitrianaparaswita</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/tangan2_.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.harunyahya.com/indo/artikel/images_artikel/tangan3_.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>